Identifikasi Pohon di Area Konservasi Prof Sumitro Djojohadikusumo (AK – PSD) ARSARI

Identifikasi Pohon di Area Konservasi Prof Sumitro Djojohadikusumo (AK – PSD) ARSARI

Area Konservasi Prof Sumitro Djojohadikusumo (AK – PSD) ARSARI terdapat berbagai jenis pohon atau tumbuhan yang hidup didalamnya. Namun informasi mengenai data jenis-jenis pohon tersebut masih minim, sehingga Tim AK – PSD ARSARI melakukan identifikasi jenis pohon yang ada didalamnya. Hal ini bertujuan untuk mendata dan melakukan survei jenis-jenis pohon yang ada didalam area konservasi tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai media edukasi bagi anggota Wanadhyaksa yang bertugas menjaga dan melindungi Area Konservasi Prof Sumitro Djojohadikusumo (AK – PSD) ARSARI.

Lokasi pendataan ini dilakukan pada salah satu hutan yang ada dalam Area Konservasi Prof Sumitro Djojohadikusumo (AK – PSD) ARSARI yaitu hutan miniatur. Lokasi tersebut dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua ataupun roda empat dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit dari Pos Jaga AK – PSD ARSARI. Kondisi jalan cukup baik menuju lokasi yaitu tanah dan berbatu, namun pada saat musim hujan akan lebih sulit dilalui karena dibeberapa titik, terdapat jalan yang rusak dan berlumpur.

Sebelum menuju lokasi ada beberapa hal yang perlu disiapkan, seperti perlengkapan lapangan, alat inventarisasi dan logistik. Adapun perlengkapan lapangan yang diperlukan seperti sepatu boot, GPS, parang, tas/ ransel dan P3K. Sedangkan peralatan inventarisasi yang dibutukan yaitu teropong (binoculer), plastik 5 kg, label gantung, background foto (kain hitam), parameter, kamera digital dan alat tulis.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk proses identifikasi pohon yaitu pertama mengamati morfologi pohon, seperti bentuk daun, bunga, buah dan batang. Selanjutnya dicatat ciri – ciri pendukung lainnya seperti getah (ada/ tidak), aroma (daun, kulit batang), warna dan lain-lain, yang akan memudahkan pada saat proses identifikasi. Kemudian dilakukan pengkoleksian sampel daun, buah, bunga dan kulit batang (jika sudah diketahui jenisnya tidak perlu dilakukan koleksi sampel). Setelah dilakukan koleksi, sampel tersebut di foto dan diberi label gantung dan dimasukkan kedalam plastik 5 kg untuk diidentifikasikan lebih lanjut di Herbarium atau bertanya langsung kepada ahlinya. Kemudian vern name atau nama lokal pohon tersebut juga dicatat untuk memudahkan proses identifikasinya. Dan jangan lupa untuk mengambil titik koordinat lokasi pendataan serta mencatat kondisi ekologinya secara umum.

Proses identifasi pohon atau tumbuhan merupakan salah satu soft skills (keahlian) yang harus dikuasai oleh seseorang yang sering berkegiatan didalam hutan atau pegiat konservasi, karena hal ini akan sangat membantu sekali terutama untuk melihat potensi yang ada dalam hutan, seperti jenis-jenis pohon/ tumbuhan langka, pohon bernilai ekonomi tinggi hingga pohon yang dilindungi. Selain itu, pengetahuan mengenai jenis pohon atau tumbuhan, sangat berguna ketika berada dalam hutan terutama bagi orang dalam kondisi bertahan hidup. Maka dari pada itu kita perlu melakukan identifikasi pohon/ tumbuhan hutan, sebagai upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang kita miliki. Untuk tatacara pengkoleksian sampel dapat dilihat di chanel Youtube Yayasan ARSARI Djojohadikusumo.

Salam Lestari! (ES)

Leave a Reply

Your email address will not be published.