Menguak Sejarah Mataram Kuno dari Prasasti

Ridho Hidayat/SindoNews.com, Kamis,  6 Agustus 2015 YOGYAKARTA – Penemuan sebuah prasasti di kawasan Candi Kedulan dalam proses studi teknis, diharapkan memuat data baru dari sejarah Kerajaan Mataram Kuno. Sebab, setelah dianalisis, artefak tersebut berbeda dari temuan-temuan sebelumnya di tempat yang sama. Arkeolog sekaligus Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Djoko Dwiyanto mengaku, setelah membaca prasasti tersebut, berbeda dari temuan

Read more

Benda Bersejarah, Kanal Majapahit Ditemukan

Mojokerto– Situs peninggalan Kerajaan Majapahit kembali ditemukan di Trowulan. Sebuah kanal atau saluran air didapati warga di persawahan Dusun Nglinguk, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, kemarin. Kanal yang diduga berada di pusat kota kerajaan ini berhasil ditemukan Sodik, 53, warga setempat. Dia menemukan kanal setinggi satu meter dengan panjang tiga meter terbuat dari batu-batu kuno saat menggali tanah untuk bahan batu bata.

Read more

Mandala Majapahit di UGM Yogyakarta Diresmikan

Mandala Majapahit (ManMa) atau Majapahit Corner kedua di Universitas Gajah Mada Yogyakarta telah resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Arsari Djojohadikusumo, Hashim Djojohadikusumo pada tanggal 5 Desember 2014 lalu.  ManMa pertama sudah diresmikan pada 12 Juni 2014 lalu di situs Majapahit Trowulan. Tiga universitas lainnya yang memiliki program studi arkeologi yaitu UI, Udayana dan UNHAS akan segera pula memiliki ManMa masing-masing.

Read more

Pengukuhan Guru Besar Tamu Bidang Sejarah di FIB UI

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) dengan dukungan dari Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) telah mengukuhkan  guru besar tamu (Adjunct Professor) bidang sejarah yaitu Prof. Dr. Peter Carey pada 1 Desember 2014.  Prof. Peter Carey sudah aktif melakukan tugasnya di FIB UI sejak tahun 2013, namun pengukuhannya sebagai guru besar  secara resmi baru dilaksanakan 1 Desember lalu. Dalam kesempatan itu

Read more

Menjaga Buaian Nusantara

Republika Online, Senin, 24 November 2014 Kawasan Trowulan di Mojokerto, Jawa Timur, oleh sebagian pihak dikatakan sebagai salah satu lokasi tempat kesatuan wilayah-wilayah yang tersebar di nusantara mula-mula digagas. Di lokasi tersebut, menurut arkeolog, pernah berdiri pusat Kerajaan Majapahit pada abad ke-15. Sejumlah situs purbakala menjadi bukti-bukti klaim tersebut. Meski begitu, ia saat ini terancam. Tak jauh dari situs yang

Read more

Festival Trowulan Majapahit (FTM), Dukung Kampanye Pelestarian Majapahit

Koran  Jakarta, 25 November 2014 “Dari dan oleh masyarakat Trowulan untuk Kerajaan Majapahit.” Itulah sebuah kalimat yang terus diserukan dalam Festival Trowulan Majapahit 2014 (FTM 2014) yang baru pertama kali diadakan di Indonesia. Festival yang digelar pada 6 hingga 23 November tersebut merupakan bagian dari peringatan ke-721 Kerajaan Majapahit yang bertujuan melestarikan peninggalan Kerajaan Majapahit. Ya, sepanjang November, dalam setiap

Read more

Aktivitas Industri di Trowulan Harus Segera Dihentikan

Republika Online, Sunday, 23 November 2014 Republika, Mojokerto — Aktivitas industrialisasi di daerah situs purbakala Trowulan, harus segera dihentikan. Guru besar Arkeolog Universitas Indonesia Prof Mundarjito mengatakan harus ada sterilisasi kawasan Trowulan. Hal ini ia sampaikan saat memberikan presentasi dalam Acara Festival Trowulan 2014. “Ancaman keberadaan cagar budaya tidak lain adalah manusia sendiri,” kata Murdarjito. Murdarjito mengatakan sudah menjadi tugas

Read more

Melestarikan Cagar Budaya Tak Perlu Kesampingkan Kesejahteraan Masyarakat

Republika Online, 23 November 2014 Republika, Mojokerto — Menjaga dan melestarikan benda-benda pusaka (heritage) dalam kepunahan akibat ketidaktahuan dan ketidakpedulian, pelestarian cagar budaya tidak perlu mengorbankan kesejahteraan masyarakat sekitar. Pelestarian situs prasejarah justru baik bagi perekonomian masyarakat. Tugas pokoknya menjaga situs, tapi juga tidak boleh menyesampingkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata Guru Besar Arkeologi Edi Setyawati, Sabtu (22/11). Edi mengatakan menjaga

Read more
1 2 3 5