Pelatihan dan Pameran Konservasi Lukisan: Pencegahan, Restorasi dan Perawatannya

by / Tuesday, 27 October 2015 / Published in Budaya

DSCN2804Pelatihan dan Pameran Konservasi Lukisan

Sebagai pengembangan dari salah satu misi pelestarian budaya, Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) berpartisipasi dalam kegiatan konservasi lukisan sebagai pusaka seni lukis Indonesia. YAD mengawali kontribusinya melalui kegiatan restorasi 3 lukisan karya Raden Saleh pada 2013 lalu yaitu “Penangkapan Pangeran Diponegoro” (1857), “Harimau Minum” (1863) dan Patroli Tentara Belanda di Gunung Merapi dan Merbabu” (1871). Dalam kegiatan ini YAD bekerjasama dengan Goethe Institut dengan mendatangkan  ahli konservasi Susanne Erhards dari GRUPPE Kӧln – Jerman.

Tahun 2015,  YAD kembali bekerjasama dengan Goethe Institut dalam penyelenggaraan “Pelatihan dan Pameran Konservasi Lukisan: Pencegahan, Restorasi dan Perawatannya” yang merupakan bagian dari Pameran “Aku Diponegoro Sang Pangeran Dalam Ingatan Bangsa dari Raden Saleh Hingga Kini” yang telah berlangsung dari 6 Februari – 8 Maret 2015 lalu  di Galeri Nasional, Jl. Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta 10110.

Pameran dan Pelatihan Konservasi Lukisan ini dikurasi oleh Susanne Erhards dan didukung oleh  Tim YAD yaitu Catrini Pratihari Kubontubuh, Nyoman Arya Subamiya, Evi Manalu, dan Risza Takijoedin

Pelatihan yang tidak dipungut biaya ini dan diberikan secara langsung oleh Susanne Erhards, bertujuan memberikan pemahaman dasar dan berbagi pengalaman dalam melakukan pencegahan kerusakan, teknik restorasi dan perawatan pasca restorasi. YAD berharap dari pelatihan ini akan bermunculan ahli konservasi lukisan yang kompeten dimana saat ini profesi tersebut masih sangat terbatas di Indonesia.

IMG_8153Pelatihan ini ternyata mendapatkan sambutan yang sangat baik dari berbagai pihak. Ini terlihat dari jumlah peserta yang melebihi target 20 orang, termasuk dari Galeri, baik di Jakarta maupun di luar Jakarta, Universitas (UGM, UI, ITB, Universitas Bina Sarana Informatika Bandung), Dewan Kesenian Jakarta, Istana Kepresidenan sebagai pemilik koleksi maestro dan juga dari pihak media.

Salah satu peserta, Sektiadi, S.S., M.Hum. dari Arkeologi FIB UGM dalam pernyataannya menyampaikan bahwa “kegiatan pelatihan selama dua hari merupakan pelatihan yang sangat bagus. Meski di tempat kami (S2 minat Kajian Permuseuman dan S1 Arkeologi) terdapat mata kuliah konservasi museum, namun memang tidak pernah menyentuh lukisan secara khusus. Oleh karena itu, bagi kami pelatihan tersebut sangat bermanfaat”.

TOP