Konferensi Pelestarian Sedunia

by / Monday, 26 October 2015 / Published in Budaya
GambarHaldepan

Sesuai dengan salah satu misi Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) untuk mengembangkan kegiatan pelestarian budaya dan keterlibatan pengurus YAD yaitu Hashim Djojohadikusumo dan Catrini Kubontubuh sebagai jajaran pimpinan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI/Indonesian Heritage Trust), maka berikut oleh-oleh hasil partisipasi menghadiri Konferensi Pelestarian Sedunia atau International Conference of National Trusts (ICNT) ke-16 pada tanggal 7 sampai dengan 11 September 2015 di Cambridge, Inggris. Konferensi internasional ini diselenggarakan oleh The International National Trusts Organization (INTO) yang merupakan perkumpulan dari  organisasi pelestarian di berbagai negara di dunia. INTO yang didirikan di New Delhi, India  pada tahun 2007, saat ini  memiliki anggota 65 negara dengan kantor pusat di London.

 Oleh-oleh dari ICNT 2015

ICNT diadakan setiap dua tahun sekali dan dihadiri oleh peserta dari berbagai negara anggota INTO. ICNT 2015 yang diseleng-garakan di Cambridge, Inggris, dibuka secara resmi oleh Putra Mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles, dihadiri oleh 150 peserta mewakili 35 negara di Asia, Afrika, Eropa, Amerika dan Australia. Delegasi Indonesia berjumlah 11 orang,  terdiri dari Tim BPPI dan YAD yaitu Hashim, Catrini, Sitie Indrawati, Nirmala, Putri, Lanang dan Sylvie serta Tim dari Pemerintah Kabupaten Gianyar terdiri dari staf Pemkab serta tiga orang penari Bali dari Institut Seni Indonesia (ISI), Bali.

Detil dalamAda tiga isu utama yang dibicarakan dan dikaji dalam konferensi pelestarian sedunia ke-16 tersebut yaitu 1) identitas budaya yaitu bagaimana pusaka masa lalu dapat menjadi pemandu arah ke masa depan; 2) lahan dan tata ruang yang berkaitan dengan tanggungjawab dan peluang pemiliknya; dan 3) menggalakkan gerakan pelestarian nasional dengan menjaring anggota baru, promosi, peran sebagai aktivis, kerja sama dengan sukarelawan dan pengembangan berbagai model usaha.

Sementara itu,  komite eksekutif juga membicarakan tiga hal penting berkaitan dengan  isu-isu globalisasi seperti perubahan iklim, sinergi antara anggota dan masalah regenerasi untuk keberlangsungan organisasi. Ketiga, adalah bagaimana menarik dan mendapatkan kenggotaaan yang lebih luas.

Dalam kesempatan yang sama INTO juga melakukan pergantian kepengurusan dan perwakilan berbagai negara. Sementara itu, Catrini Kubontubuh terpilih kembali mewakili Indonesia sebagai anggota Komite Eksekutif INTO periode 2015-2021.

Indonesia Tuan Rumah ICNT ke-17   

ICNT BALIDalam ICNT ke-16 ini, INTO memutuskan memberi kepercayaan kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah ICNT ke-17 yang akan diselenggarakan pada 11-15 September 2017 di Gianyar, Bali.  Serah terima tuan rumah penyelenggaraan ICNT dari Inggris kepada Indonesia yang secara resmi dilakukan dalam konferensi kali ini dimeriahkan dengan pementasan tari Gita Bramara oleh penari dari ISI, Bali.

Pimpinan delegasi Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan bahwa kepercayaan ini sangat membanggakan dan  BPPI sebagai penyelenggara ICNT ke-17 adalah sebuah organisasi yang kredibel. Dalam penyelenggaraan ICNT ke-17 ini BPPI akan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali. Seluruh anggota INTO sangat antusias untuk ikut serta pada ICNT ke-17 tersebut. ICNT ini akan mengangkat topik Strengthen Our Culture to Promote Environmental Sustainability (Memperkuat Budaya untuk Pelestarian Lingkungan).

TOP