Kecintaan HSD pada satwa langka yaitu Harimau Sumatera diwujudkan dengan membangun Lembaga Konservasi Khusus (LKK) – Pusat Rehabilitasi Satwa Harimau Sumatera. LKK ini dibangun di atas lahan seluas 10 Ha yang terdiri dari 7 kandang penangkaran harimau diperuntukkan bagi harimau pasca konfik dan siap diproses untuk pelepasliaran. Terdapat pula fasilitas klinik dan fasilitas penangkaran untuk satwa asli Sumatera lainnya. Lahan LKK terletak dalam kawasan perkebunan kelapa sawit PT Tidar Kerinci Agung yang meliputi Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Dharmasraya di Provinsi Sumatera Barat serta Kabupaten Muaro Bungo di Provinsi Jambi, dengan total lahan seluas 27.000 Ha yang di dalamnya terdapat pula Hutan Konservasi Prof. Sumitro Djojohadikusumo seluas 2.400 Ha.

Taman Margasatwa Ragunan

Friday, 27 June 2014 by

Hashim Djojohadikusumo sebagai pencinta satwa liar telah ditunjuk oleh Gubernur DKI Jakarta sebagai Pengawas Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Penunjukan ini didasarkan pada SK Gubernur DKI Jakarta no. 737 tahun 2013. Hashim diharapkan bisa memberikan pengawasan terhadap pengelolaan Taman Margasatwa Ragunan yang merupakan kebun binatang terbesar ke-2 di dunia.

Pelestarian Orang Utan

Friday, 27 June 2014 by

“Cintai orang utan dengan membiarkannya hidup bebas di alam terbuka.” – HSD

Salah satu satwa langka yang juga menjadi perhatian HSD adalah orangutan (Ponginae). HSD sangat peduli dan selalu mendorong orangutan bisa hidup bebas di alam terbuka, bukan berdesak-desakan di dalam kandang. HSD membantu pelestarian orangutan di Yogyakarta bekerjasama dengan keluarga keraton Yogya. Demikian pula dengan lahan milik HSD di Kalimantan Timur yang juga diperuntukkan sebagai tempat konservasi orangutan.

Pelestarian Badak

Friday, 27 June 2014 by

“Kerjasama lintas negara pemilik badak diperlukan untuk mencegah kepunahannya.” – HSD

Indonesia adalah negara yang memiliki badak dengan populasi terendah di antara negara-negara Asia, di luar Malaysia yang populasi badaknya sudah punah dan hanya tinggal beberapa individu yang ditemukan jejaknya di Sabah.

TOP