Jakarta, 23 Oktober 2019 – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia pada hari Rabu, 23 Oktober 2019 menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis Lingkup Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem 2019. Kegiatan ini dihadiri oleh Dirjen KSDAE KLHK, Wiratno, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Indra Exploitasia, Kepala BKSDA hingga mitra-mitra.

Thursday, 03 October 2019 by

Penajam Paser Utara – Iskandar dan Bento, dua individu orangutan Kalimantan, tiba di tanah kelahiran mereka pada Kamis, 3 Oktober 2019, setelah belasan tahun hidup di Sulawesi. Dua orangutan yang didatangkan dari Sulawesi Utara itu siap untuk menjadi penghuni konservasi orangutan di Pusat Suaka Orangutan Arsari.

Kembalinya John dan Sawitri ke alam liar

Thursday, 12 September 2019 by

Dharmasraya, 12 September 2019 – Setelah melewati hari-hari rehabilitasi yang cukup lama di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD), akhirnya 2 individu beruang madu (Helarctos malayanus) bernama John dan Sawitri kembali ke alam liar, yakni ke Area Konservasi Prof. Soemitro Djojohadikusumo.

Dharmasraya, 29 Juli 2019 – Setelah melewati serangkaian proses penyelamatan, harimau Sumatera bernama Bonita dan Atan Bintang, dikembalikan ke habitat alaminya di Riau. Bonita, harimau Sumatera betina diselamatkan dari areal kebun PT. TH lndo Plantations Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten lndragiri Hilir 3 Januari 2018 lalu.

Seekor rusa Timor yang diungsikan  BKSDA Bali  ke kawasan rumah Panchoran, Bali sejak 2 Januari 2018, akibat meletusnya Gunung Agung pada akhir 2017,  telah melahirkan seekor anak kelamin betina.  Anak rusa yang diberi nama Putu Bulan itu lahir tanggal 10 Mei 2019 malam dari pasangan rusa bernama Wayan Karang dengan Putu Amla.

Pada 29 Agustus 2018 seekor harimau Sumatera yang memasuki hunian penduduk di wilayah Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Sumatera Barat berhasil ditangkap. BKSDA Sumbar kemudian menitipkan harimau tersebut untuk direhabilitasi di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD).  Setelah melalui proses rehabilitasi beberapa waktu di PR-HSD, harimau muda yang diberi nama “Bujang Ribut” ini siap untuk dilepasliarkan kembali ke alam liar. Proses pelepasliaran sudah dilakukan pada 23 April 2019 pagi di Suaka Margasatwa Barisan, Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Hashim Djojohadikusumo dianugerahi penghargaan Satya Lencana Wirakarya atas sumbangsihnya untuk pelestarian lingkungan. Sesuai dengan Keppres, anugerah tersebut disematkan oleh Ibu Menteri KLHK, Siti Nurbaya Bakar pada upacara 17 Agustus 2017 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Dalam kesempatan ini Hashim tidak bisa hadir, maka penerimaan penghargaan tersebut diwakilkan kepada putranya Aryo Setiaki Djojohadikusumo.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya meresmikan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera di Dharmasraya (PRHSD) Sabtu 29 Juli 2017 bertepatan dengan Hari Harimau Global. Hadir pula dalam kesempatan ini Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. PR HSD berlokasi di PT. Tidar Kerinci Agung (PT. TKA) di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat dengan total area rehabilitasi seluas 10 hektar. PR HSD merupakan Pusat Rehabilitasi pertama hasil gagasan pihak swasta. “Ini yang pertama kali, saya meresmikan pusat rehabilitasi yang digagas oleh swasta,” ujar Menteri Siti dalam pidatonya.

Saat ini populasi harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)  di habitat aslinya di pulau Sumatera, mengalami penurunan yang luar biasa. Jumlahnya sekarang diyakini  kurang dari 400 ekor. Dari enam spesies harimau yang dikenal di dunia, Harimau Sumatra adalah salah satu spesies harimau  yang masih ada.

IMG_7502Ketua Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD), Hashim Djojohadikusumo dan Damian Aspinall, Ketua The Aspinall Foundation (TAF)  telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pembangunan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRS HSD) pada tanggal 19 April 2016 di London, UK. PRS HSD berlokasi di kawasan hutan konservasi Prof. Sumitro Djojohadikusumo, Dharmasraya, Sumatera Barat. Penandatanganan disaksikan oleh I Made Wedana – Country Director TAF Indonesia bersama tim YAD yang terdiri dari Catrini Kubontubuh – Direktur Eksekutif YAD, Sitie Indrawati Djojohadikusumo – Pengawas YAD serta Nirmala Ratimanjari dari Arsari Group.

TOP