“Jangan rusak simbol-simbol budaya bangsa dengan alasan apapun” – HSD

HSD mendukung Bupati Purwakarta sehubungan dengan dirusaknya sejumlah patung wayang di beberapa tempat di Purwakarta oleh sekelompok anggota ormas pada 18 September 2011. Pengrusakan tersebut dilakukan karena pemasangan patung wayang dianggap sebagai bentuk kegiatan musyrik.

“Museum kita seharusnya tidak kalah hebatnya dengan museum di luar negeri” – HSD

Tanggal 2 Juni 2006 Bapak Hashim dan Ibu Anie mengunjungi Museum Radya Pustaka di Solo. Beliau sangat prihatin melihat kondisi museum, terutama ruang perpustakaannya. Terdapat banyak naskah kuno di Perpustakaan Radya Pustaka yang perlu diselamatkan dari bahaya kehancuran akibat dari keadaan ruang perpustakaan yang sangat lembab karena tidak ada AC, dan bahaya naskah hilang dicuri orang karena perpustakaan tersebut tidak mempunyai alat scan dan mesin fotocopy. Karyawan perpustakaan tersebut juga kurang diperhatikan kesejahteraannya. Sehubungan dengan hal tersebut, YAD memberikan bantuan sebuah alat scan yang besar, satu unit komputer dan printer untuk administrasi perpustakaan, pemasangan 2 unit AC termasuk biaya untuk penambahan daya listrik, serta bantuan transport untuk 2 orang pegawai perpustakaan.

“Digitalisasi bagian penting dari teknologi pencatatan sejarah” – HSD

HSD sangat prihatin dengan bebagai pendokumentasian dokumen sejarah Indonesia yang sangat terbatas. Oleh karena itu ketika fakultas Ilmu Budaya – Universitas Indonesia mengajukan permohonan dukungan digitalisasi naskah kuno maka HSD tidak berpikir dua kali untuk menyetujuinya. Kondisi naskah-naskah kuno di UI memang sangat mengenaskan terutama naskah yang dipindah dari kampus UI lama di Salemba. Dengan digitalisasi diharapkan inventarisasi naskah kuno dapat lebih optimal.

“Des Alwi telah mewariskan koleksi penting dokumentasi sejarah Indonesia” – HSD

Selain digitalisasi naskah kuno, YAD juga membantu digitalisasi dokumentasi sejarah koleksi Des Alwi berupa film-film dokumenter. Koleksi ini merangkum catatan sejarah Indonesia mulai masa kolonial sampai masa kemerdekaan. Sayangnya ada beberapa bagian film yang rusak disamping beberapa bagian lainnya yang masih bisa diselamatkan.

Festival Bercerita KPBA

Friday, 27 June 2014 by

“Rekatkan hubungan orang tua dan anak dengan bercerita” – HSD

HSD mendongeng dalam salah satu acara Kelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA). Festival bercerita merupakan salah satu sarana untuk memberikan contoh bahwa bercerita kepada anak penting dilakukan oleh setiap orang tua. Disamping untuk mendekatkan hubungan orang tua dan anak, dengan bercerita maka kita bisa memberikan informasi yang tepat kepada anak sesuai dengan usianya.

Apresiasi Pusaka Indonesia

Friday, 27 June 2014 by

“Pusaka Indonesia harus diapresiasi dan didayagunakan mulai dari kita sendiri” – HSD

Apresiasi Pusaka Indonesia (API) adalah acara penganugerahan Anugerah Pusaka kepada praktisi dan pemerintah daerah yang menunjukkan keseriusan dalam penataan lingkungannya serta kegiatan pelestarian pusaka.

“Tauladan orang tua tidak lekang dimakan zaman” – HSD

Sebagai wujud kecintaan HSD kepada ayah dan eyangnya, telah diterbitkan buku: “Jejak Perlawanan Begawan Pejuang” yang didedikasikan kepada Prof. Sumitro Djojohadikusumo dan “Kenang-kenangan Dari Tiga Zaman, Satu Kisah Kekeluargaan Tertulis” yang didedikasikan kepada Eyang Margono Djojohadikusumo.

Penerbitan Buku Karya Murti Bunanta

Friday, 27 June 2014 by

“Cerita rakyat harus dikenalkan kembali kepada anak Indonesia” – HSD

Kebutuhan buku untuk anak-anak menjadi perhatian Hashim Djojohadikusumo dan keluarga. Ditengah maraknya perkembangan teknologi dimana anak-anak lebih sering bermain dengan perlengkapan teknologi masa kini maka diperlukan semakin banyak buku-buku cerita untuk anak. Saat ini buku cerita untuk anak yang berisikan tema tradisi dan cerita rakyat sangatlah terbatas.

Dukungan Penerbitan Majalah Kabare

Friday, 27 June 2014 by

“Kegiatan budaya diwartakan secara populer untuk menjangkau masyarakat lebih luas” – HSD

Dalam mendukung sosialisasi dan penyebaran informasi populer tentang budaya, maka HSD melalui YAD memberikan dukungan penerbitan majalah Kabare dari Yogyakarta. Majalah ini banyak mengupas tentang berbagai tantangan dalam pelestarian budaya dan memberitakan berbagai kegiatan budaya yang dilakukan baik di Yogyakarta maupun daerah lainnya. Dukungan YAD meliputi pendanaan untuk penerbitan majalah Kabare selama 2 tahun.

Kegiatan Pewayangan Bersama Pepadi

Friday, 27 June 2014 by

“Tokoh-tokoh pewayangan selalu memberikan inspirasi dalam hidup saya” – HSD

Persatuan Pedalangan Indonesia adalah organisasi profesi yang beranggotakan seniman pedalangan yang didirikan pada 14 April 1971. Didirikan dengan visi dan misi pelestarian dan pengembangan seni pedalangan. Saat ini beranggotakan tidak kurang dari 10 ribu seniman pedalangan yang tersebar di berbagai daerah Indonesia terdiri dari Dalang, Pesinden, Pengrawit dan Pembuat Wayang. HSD duduk sebagai Penasehat dalam kepengurusan PEPADI saat ini.

TOP