Seekor rusa Timor yang diungsikan  BKSDA Bali  ke kawasan rumah Panchoran, Bali sejak 2 Januari 2018, akibat meletusnya Gunung Agung pada akhir 2017,  telah melahirkan seekor anak kelamin betina.  Anak rusa yang diberi nama Putu Bulan itu lahir tanggal 10 Mei 2019 malam dari pasangan rusa bernama Wayan Karang dengan Putu Amla.

Pada 29 Agustus 2018 seekor harimau Sumatera yang memasuki hunian penduduk di wilayah Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Sumatera Barat berhasil ditangkap. BKSDA Sumbar kemudian menitipkan harimau tersebut untuk direhabilitasi di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD).  Setelah melalui proses rehabilitasi beberapa waktu di PR-HSD, harimau muda yang diberi nama “Bujang Ribut” ini siap untuk dilepasliarkan kembali ke alam liar. Proses pelepasliaran sudah dilakukan pada 23 April 2019 pagi di Suaka Margasatwa Barisan, Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Bonita, Kehilangan Rimbanya 1/3

Monday, 30 July 2018 by

Bonita Kehilangan Rimbanya 2/3

Monday, 30 July 2018 by

Bonita Kehilangan Rimbanya 3/3

Monday, 30 July 2018 by

Setelah berhasil di rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR HSD), Sopi Rantang,  seekor Harimau Sumatera korban konflik satwa liar-manusia di Kabupaten Agam  Sumatera Barat  dikembalikan ke alam liar Suaka Margasatwa Rimbang Baling, di perbatasan antara Sumatera Barat dan Riau pada 1 Juli 2018. Terlihat Sopi melangkah ke luar kandang,  menatap jauh ke hutan belantara Rimbang Baling  yang bakal menjadi tempat tinggal barunya.

Siaran Pers, 9 Juli 2018

Setelah berhasil di rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR HSD), seekor Harimau Sumatera betina yang diberi nama “Sopi Rantang” dikembalikan ke alam liar (Suaka Margasatwa Rimbang Baling) di perbatasan Sumatera Barat dan Riau pada 1 Juli 2018. Sopi Rantang adalah Harimau Sumatera korban konflik satwa liar-manusia di Kabupaten Agam Sumatera Barat yang pada tanggal 14 April 2018 berhasil dievakuasi oleh BKSDA Sumatera Barat setelah disinyalir memangsa ternak warga. Translokasi satwa tersebut ke PR-HSD dilakukan pada 18 April 2018 dan proses rehabilitasi diawali dengan karantina selama 14 hari untuk dimonitor 24 jam penuh dan dilakukan perekaman medis status kesehatan. Read More

“Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) selaku pengelola Pusat Rehabilitasi Satwa Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) sangat berbangga telah mendapat kepercayaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melakukan rehabilitasi Sopi Rantang”, Harimau Sumatera korban konflik satwa liar-manusia di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sopi Rantang pada tanggal 14 April 2018 berhasil dievakuasi oleh BKSDA Sumatera Barat setelah disinyalir memangsa ternak warga. Translokasi satwa tersebut ke PR-HSD dilakukan pada 18 April 2018 dan dilakukan proses rehabilitasi selama 70 hari. Pada 30 Juni 2018 Tim Medis PR-HSD menyatakan bahwa Rantang telah siap di lepasliarkan. Pelepasliaran harimau sumatera ini kemudian dilakukan dengan sukses pada 1 Juli 2018.

Siaran  Pers, 21 April 2018

Konflik Satwa Liar harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dengan manusia yang telah mengakibatkan jatuhnya dua korban jiwa meninggal, yaitu seorang karyawati PT. Tabung Haji Indo Plantation (THIP) almarhumah Jumiati di perkebunan sawit PT. THIP Desa Tanjung Simpang, Kec. Pelangiran, Kab. Indragiri Hilir dan seorang pekerja bangunan almarhum Yusri di Kampung Danau di Kecamatan yang sama berbatasan dengan perkebunan PT. THIP telah berakhir. Di hari ke 108, “Bonita” akhirnya menyerah kepada Tim Rescue Gabungan, yang tanpa mengenal lelah berusaha mencari Bonita. Read More

TOP