30 Jam Penyelamatan Penuh Makna Harimau Sumatera Ria

Siaran Pers

Dharmasraya, 4 Mei 2020 – Kembali lagi, Pusat Rehabiliasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) yang dikelola oleh Yayasan ARSARI Djojohadikusumo (YAD) menerima satu individu Harimau Sumatera (Pantera tigris sumatrae) pada hari Minggu, 3 Mei 2020. Harimau Sumatera betina yang diberi nama Ria ini dievakuasi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau dari wilayah PT Riau Indo Agro Palma (RIA), Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indra Giri Hilir, Provinsi Riau.

Proses evakuasi selama 12 jam dimulai sejak Ria memasuki kandang jebak (box trap) pada hari Sabtu, 2 Mei 2020 sekitar pukul 9.00 WIB. Dan proses translokasi membutuhkan waktu lebih dari 18 jam melalui jalur darat dan air. “Setelah melakukan koordinasi dengan BKSDA Sumatera Barat, kami segera melakukan komunikasi secara intensif dengan Yayasan ARSARI untuk bersiap menerima kedatangan Ria di PR-HSD. Ini adalah ke-5 kalinya kami ke PR-HSD untuk menitiprawatkan Harimau Sumatera yang terlibat konflik dari Provinsi Riau.” ungkap Suharyono, Kepala Balai Besar KSDA Riau setelah memimpin proses penyelamatan selama lebih dari 30 jam yang mendebarkan. “Sebelumnya PR-HSD telah merehabilitasi empat harimau sumatera dari kawasan kami yang bertanah gambut yaitu Bonita, Atan Bintang, Inung Rio, dan baru sebulan yang lalu adalah Corina,” imbuhnya.

Ria tiba di PR-HSD yang berada di area PT. Tidar Kerinci Agung (TKA) pada Minggu, 3 Mei 2020 pukul 18.13 WIB dimana proses serah terima dilakukan langsung oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau didampingi perwakilan dari Balai KSDA Sumatera Barat kepada Drh. Saruedi Simamora selaku Manajer Operasional PR-HSD. “Yayasan ARSARI sangat mengapresiasi kerja keras semua pihak di masa pandemi virus corona  namun tetap selalu mengupayakan penyelamatan harimau sumatera dan memastikan keamanan warga dari konflik manusia dan harimau yang berlangsung cukup lama di kawasan Pelangiran ini” ungkap Catrini Kubontubuh, Direktur Eksekutif YAD.

Setibanya di PR-HSD, tim medis memutuskan untuk memberikan waktu istirahat bagi Ria selama 2 hari sebelum dilakukan pengecekan medis baik fisik, darah dan keseluruhannya. Hal ini dilandasi karena Ria telah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan dan kondisi fisiknya walau belum stabil namun tidak memerlukan penanganan medis yang bersifat darurat. Sehingga pemeriksaan medis dilaksanakan pada Rabu, 6 Mei 2020.”Masuknya Ria yang berjarak hanya satu bulan setelah dimulainya rehabilitasi Corina yang juga berasal dari lokasi berdekatan di Riau tentunya merupakan tantangan tersendiri bagi Tim Medis PR-HSD. Kami telah menyiapkan kandang isolasi untuk Ria yang disekat terpisah dengan Corina di masa pemantauan intensif selama 2 hari x 24 jam ke depan,” jelas Drh. Saruedi Simamora, Manajer Operasional PR-HSD. “Tim Medis PR-HSD terdiri dari dokter hewan rehab dan tim rehabilitator yakni paramedis dan perawat satwa akan mengupayakan yang terbaik untuk rehabilitasi kedua harimau sumatera ini,” pungkas dokter hewan yang akrab disapa Dokter Mora ini.

Dalam kesempatan terpisah, Hashim Djojohadikusumo selaku Ketua YAD menyampaikan pesan “Terimakasih atas kepercayaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai KSDA Sumatera Barat dan Balai Besar KSDA Riau untuk PR-HSD bisa merehabilitasi Ria yang merupakan Harimau Sumatera ke-9 yang pernah dipercayakan direhabilitasi di PR-HSD.”

Informasi lebih lanjut:
Catrini Kubontubuh, Direktur Eksekutif YAD (0813 8130 3696)
drh. Saruedi Simamora, Manajer Operasional PR-HSD (0852 6118 1887)
Tito Suryawan, Media dan Komunikasi YAD (085794850305)

Siaran Pers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *